6 Tips Beli Rumah Melalui Developer

  • 12 hours ago
  • Blog
  • 0
rumah tanpa riba
Spread the love

Tips beli rumah kali ini adalah membahas apa yang harus kamu perhatikan ketika berecana ingin membeli rumah dari developer. Karena tak sedikit masyarakat mengalami penipuan karena pengembang perumahan tidak amanah.

Dilansir dari berbagai sumber, kali ini kita akan membahas 6 tips beli rumah melalui developer, sehingga kamu akan terhindar dari resiko kerugian karena dicurangi oleh pengembang atau developer. Panduan ini, diantaranya:

Baca juga:
10 Daftar KPR Syariah Murah 2022

tips beli rumah

1.Reputasi Develepor

Tips beli rumah yang pertama, sebelum kamu membeli rumah melalui developer maka kamu harus cari tahu latar belakang tentang developer, bisa melalui website resmi, maupun warga yang telah menempati perumahan tersebut. Reputasi developer sangat penting karena menyangkut kepercayaan.

Karena rumah belum jadi, harus bayar lunas (walaupun kredit), jadi tergantung developernya. Selain itu, pengelolaan sertifikat sangat bergantung pada pengembang. Pengembang yang bukan ahli membatasi pengelolaan surat dan sertifikat.

Salah satu cara untuk mengukur reputasi adalah dengan melihat garansi penuh developer, antara lain:

# Izin penggunaan lahan:

Izin lokasi, bagian penggunaan lahan, rencana lokasi yang disetujui, SIPPT (Izin Penggunaan Tanah), Nomor Sertifikat Tanah, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Undang-Undang Izin Penggunaan Tanah (IPB)

# Bahan yang tersedia

# Kondisi tanahnya sempurna

# Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB atas nama developer

# orang tua IMB

# Sertifikat

2.Sertifikat masih atas ama developer

Tips beli rumah selanjutnya, pada saat pertama kali membeli rumah, sertifikat selalu atas nama developer. Kamu bisa cek sertifikat di bank jika mengajukan KPR. Setelah kamu melunasi cicilan yang telah disepakti, maka nanti sertifikat akhir akan berubah atas nama pribadi.

Selama sertifikat atas nama developer, maka keuntungannya:

#Take over ke bank lain itu sulit. Umumnya, bank tidak akan bersedia menerima jaminan jika status dokumen belum mencapai SHM atas nama pemiliknya.

#Menjual rumah itu sulit karena calon pembeli mungkin tidak memiliki akses ke SHM. Pada saat yang sama, SHM penting bagi pembeli sebagai jaminan hak hukum property.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa dengan pengembang, ketika sertifikat diubah, apakah itu atas nama kamu. Dalam kontrak jual beli, tujuan menyelesaikan sertifikat biasanya ditunjukkan. Masalahnya adalah apakah tujuan itu tercapai atau tidak.

tips beli rumah

3.Jangan Bayar DP sebelum KPR di setujui

Tips beli rumah jangan pernah membayar uang muka atau DP. Banyak orang yang bertanya tentang dirinya yang diminta untuk membayar uang muka (DP) langsung oleh developer, sementara proses KPR belum disetujui. Yang harus kamu ingat adalah tidak ada jaminan bahwa bank akan menyetujui aplikasi pinjaman meskipun pengembang telah menyetujui bank.

Karena bank tidak hanya melihat ke pengembang, tapi juga menilai kemampuan finansial pembeli untuk membayar cicilan. Oleh karena itu, sebaiknya setoran dibayarkan setelah keputusan persetujuan KPR. Jika tidak ada keputusan lebih baik tidak membayar uang DP karena jika tidak berarti KPR tidak disetujui, maka kamu harus meminta uang muka kembali dan itu tidak mudah.

4. Belum bisa take over KPR jika sertifikat belum diubah

Tips beli rumah yang harus diperhatikan adalah status sertifikat yang masih atas nama developer dan belum dibalik nama atas nama pembeli menyulitkan take over KPR di bank lain. Bank yang akan mengambil alih pinjaman (repossession) akan meminta dokumen sertifikat atas nama peminjam.

Karena bank ingin menggunakan sertifikat tersebut sebagai jaminan. Beberapa bank masih bersedia menerima pinjaman usaha jika developer telah menyetujui bank tersebut. Namun, cara ini tetap harus direkomendasikan di setiap bank.

Karena itu, jika kamu berencana mengambil alih KPR, misalnya karena alasan cicilan mahal dan bunga tinggi, pastikan dulu status sertifikat rumah. Itu atas nama kamu atau tidak.

tips beli rumah

5.Ada risiko rumah jadi tidak tepat waktu

Tips beli rumah kali ini mengetahui apa risiko pembeli rumah dari pengembang?

# Rumah tidak jadi meski pembayaran telah lunas. Ini adalah risiko serius, meskipun jarang. Untuk menghindari hal ini, tidak ada acara lain, memilih pengembang dengan reputasi baik. Pastikan ada klausul dalam kontrak yang menyatakan hukuman jika pengembang tidak tepat waktu untuk menyerahkan rumah.

#Rumah jadi tapi tidak sesuai spesifikasi.

Pengembang biasanya memberikan jangka waktu sekitar  3 bulan setelah serah terima dilakukan. Selama masa retensi ini, jika terjadi kerusakan pada bangunan dan kondisi rumah, tetap menjadi tanggung jawab pengembang. Pastikan semuanya tertulis dalam kontrak.

6. Apa kewajiban developer jika terjadi wanprestasi

Tips beli rumah selanjutya mengingat risiko ini, pengakuisisi harus mempertimbangkan dengan hati-hati kewajiban developer jika terjadi kegagalan. Tugas pengembang biasanya diatur dengan jelas dalam perjanjian jual beli.

Compare listings

Compare
/* */